Jumat, 29 Desember 2017

Mengenal Komunitas Indonesia Rare Disorders dalam Merangkul Masyarakat

Hi,

Lama juga ya aku nggak nulis, padahal aku harusnya bisa konsisten update setiap minggunya. Payah banget ya aku sampe bolos nulis terus 😔

Mengenal Komunitas Indonesia Rare Disorders dalam Merangkul Masyarakat


Btw, mungkin tulisan yang satu ini akan jadi tulisan terakhir di tahun 2017 *maaf banget nggak jadi review film, padahal filmnya lagi banyak yang bagus untuk sekedar di update* dan aku akan usaha untuk konsisten nulis di tahun 2018. Bagi yang biasa baca bisa cek Every Friday kok, aku pastikan update sebelum jam pulang kantor.

Oh iya, satu lagi sebelum lupa, blog yang satu ini akan berupa beragam kegiatan yang biasanya aku ikuti, review film, buku (kalau sempat) serta hal-hal biasanya berhubungan dengan komunitas, seperti tulisan yang akan aku bahas sebentar lagi. Dan yang mau lihat review make up, skin care, fashion, food or traveling bisa mampir ke blog aku silviaputri.com yang satunya. Aku harap kalian mampir ya, hehehe

Selasa, 05 Desember 2017

Dibalik Kisah Sang Legenda Musik Indonesia, Film Chrisye Menebar Rindu Bahagia

Hai…

Desember kali ini saya buka dengan review film. Niatnya akan ada dua hal yang saya bahas satu di tulisan yang ini dan yang satu saya publish akhir pekan ya *semoga ingat, amien*



Sudah lihat judulnya kan, jadi tahu donk film pertama yang akan saya review apa?

Dibalik Kisah

Beberapa hari yang lalu, saya dapat kesempatan dari Blogger Crony Community untuk menyaksikan Film Chrisye di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Gala Premiere yang diselenggarakan pada tanggal 1 Desember 2017 ini dihadiri oleh sejumlah pemain, Vino G. Bastian (Chrisye), Velove Vexia (Damayanti Istri Chrisye) dan masih banyak lagi serta kru dan spesial dari Ibu Damayanti Noor yang juga turut hadir di tengah-tengah Press Conference.

Rabu, 22 November 2017

Remain Myself

Awalnya gue nggak tahu mau nulis apa dengan judul ini. Kepikiran buat sesuatu yang akan menjelaskan kalau mulai saat ini, gue akan merubah beberapa hal dalam hidup agar semuanya lebih… apa ya namanya? terstruktur, terarah, sesuai timeline atau apalah yang bisa menjelaskan semua itu.

Karena pas gue lihat-lihat isi folder di Laptop dan Smartphone kok banyak banget ya foto yang gue ambil tapi nggak di publish. Padahal gue ambilnya juga harus perlu berkorban dalam segi waktu, kegiatan apalagi pikiran dan ujung-ujungnya cuma jadi koleksi pribadi yang jarang banget di upload.

Kamis, 09 November 2017

Kembali ke Masa yang Penuh Imajinasi, Festival Dongeng Internasional Indonesia


Hi...
Sabtu minggu kemarin, gue dapat kesempatan untuk hadir di Festival Dongeng International Indonesia (#FDII2017) yang disuguhkan oleh komunitas Ayo Dongeng Indonesia AyoDIdi gedung baru Perpustakaan Nasional di Jalan Merdeka Selatan.

Buat Remaja akhir yang sedang menuju pendewasaan diri plus wanita karir yang belum berencana punya anak, *nikah aja belum ihsss* hahaha

Gue merasa kembali jadi bagian dari dunia anak yang penuh imajinasi dan kreatifitas tanpa batas. Buat gue pribadi, dongeng bukan hanya sekedar bercerita, bukan akan sekedar membagi ilmu atau pengetahuan dengan cara yang luar biasa ajaib, tapi buat gue dongeng itu sumber inspirasi.

Kenapa?

Jumat, 03 November 2017

Jakarta Fashion Week 2018 -

Hai 
Gue harusnya udah posting foto-foto di bawah ini beberapa hari. Tapi ya, karena banyak hal yang menuntut diperhatikan juga, ya.. agak lama deh!!

Hehehe
Tapi akhirnya posting juga-kan. Nggak semua foto sih, karena akan ada dua yang di pisah untuk bahas tentang rancangan khusus Barli Asmara dan Jenahara. 
Harusnya gue posting beberapa designer kesayangan tapi karena waktu show bentrok sama meeting kantor, ya ga bisa koleksi terbaru mereka. 



Khusus koleksi untuk busana pria gue suka yang ini, Jarang-jarang kan satu designer menghadirkan koleksi khusus pria. Memang tidak terlalu banyak tapi cukup untuk lihat perkembangan fashion pria. 






 sorry banget,
tapi watermark gue banyak yang salah 😑










Waktu di cek terakhir-akhir baru kelihatan salah. 
Ya udahlah ya..
Next-nya gue harus lebih teliti




jakarta fashion week 2018

Rabu, 18 Oktober 2017

Review Grand Whiz Poins Square, Hotel dengan Pelayanan Ramah nan Menyenangkan

Hi…

Kali ini gue mau cerita 
eh ..
salah mau kasih review menarik tentang salah satu hotel di Jakarta maksudnya 😄


sumpah, jangan iri lihat gue mejeng ya.. 

hahah ✌

Namanya Grand Whitz Poins Square, Jakarta.
Sebelum itu, gue akan cerita kapan tepatnya gue dapat undangan untuk berkunjung kemari. Kalau ga salah seminggu sebelum gue dan para teman blogger lainnya datang kemarin, gue dapat undangan via email. Setahu gue hotel Grand Whitz adanya di Kelapa Gading dan ternyata memang masih baru yang ada di daerah Lebak bulus ini, sekitar setahunan.

Rabu, 11 Oktober 2017

Pilih AC Hemat dengan Cara Tepat

Udah kaya hati jaman now, dipajang doank dipakai nggak. #eh

Peralatan rumah tangga jadi salah satu barang yang harus dipikirkan berkali-kali jika mau dibeli. Terutama untuk barang yang dipakai, dipergunakan dan dimanfaatkan secara bersama-sama. Mulai dari pilihan warna ruang, meja dan sofa di ruang tamu, lemari pakaian, kompor dapur sampai pendingin ruangan. Semua perlu dibicarakan sama seluruh anggota keluarga agar tidak ada yang namanya saling menyalahkan atau terjadi cekcok dikemudian hari.

Contohnya seperti pendingin ruangan, benda yang terlihat dan kadang tidak terlalu dipusingkan modelnya tapi cukup berpengaruh bagi semua anggota keluarga. Karena benda satu ini yang terpenting adalah fungsinya berjalan baik, mendinginkan ruangan *tahulah Indonesia panasnya kaya gimanakan* dan tidak membuat ruangan berbau atau ‘pengap’ sekalipun.

Tampil Simple dengan Dua Pilihan Batik





Batik selalu identik dengan tua, kuno dan hal-hal lainnya yang bikin motif satu ini jarang digunakan jika tidak ada acara khusus.

Padahal, kita bisa aja cari cela untuk pakai motif batik disetiap kesempatan. Seperti ke kantor, hangout, atau sekedar santai di kafe.







Top : the executive (white)
           Tradisional Batik from Solo
Pant:  silvia93
Shoes : Adidas

Rabu, 04 Oktober 2017

Wedari, Taman Bunga Batik Kudus



Seminggu yang lalu, tepat 28 September 2017 sebuah pergelaran busana dengan taburan batik di setiap pakaian pengunjung menjadi pemandangan yang tak biasa. Jika biasanya saya hanya melihat orang-orang mengenakan batik ke kantor atau menghadiri acara pernikahan, maka kali ini saya melihat semua orang menggunakan pakaian batik terbaik mereka
.
Tiga hari sebelumnya saya mendapatkan pemberitahuan untuk menghadiri acara ini dan sehari sebelum pergelaran, undangan pun datang. Hal pertama yang saya lihat dari undangannya adalah 
WOW…

Taburan warna-warni bunga yang cukup mengesankan, tak terbayang akan seperti apa Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempsinki di dekorasi untuk para tamu bercengkaraman sebelum melihat peragaan busana


.
.
Dan
Semua terbayar waktu saya melihat dekorasinya, semua sesuai dengan apa yang disampaikan. Taman bunga batik kudus, ‘WEDARI’.
Sayangnya, saya datang agak sedikit terlambat sehingga ballroom sudah cukup penuh dengan para tamu undangan. Jadi saya tidak menyempatkan diri untuk berfoto atau memfoto keadaan. Terlalu ramai
.
Seperti biasa, sebelum masuk ke pertunjukan utama yaitu melihat para model memperagakan hasil karya Denny Wirawan untuk koleksi SS2018 kali ini, saya menikmati setiap hidangan yang disajikan terlebih dahulu. Cukup menarik karena kita disuguhkan ayam panggang dan makan sambil berdiri. Otomatis saya tidak menikmatinya, sungguh bukan pilihan yang tepat. Tapi untuk jenis makanan yang lain dan cemilan-cemilannya lainnya cukup saya nikmati sambil berbincang-bincang dengan para rekan
.
Setelah itu, sekitar satu jam setelahnya, semua tamu yang saling bertukar sapa mulai diminta untuk memasukin panggung utama untuk menyaksika pertujukan
.
“Wedari yang memiliki arti taman bunga ini merupakan pagelaran kolaborasi Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Denny Wirawan yang memadukan fashion, budaya, teknologi, dan musik karya anak bangsa yang dikemas dalam sebuah pertunjukan menarik. Melalui Wedari, kami ingin menginspirasi pecinta fashion dan masyarakat umum untuk semakin mencintai budaya Indonesia mulai dari musik, tarian hingga batik. Harapan kami, semakin banyak pihak dan generasi muda yang terjun ke dunia industri kreatif, mengangkat kain Indonesia sebagai inspirasi karyanya sehingga budaya tradisional Indonesia semakin dapat dicintai dan batik akan selalu menjadi tuan rumah di negara sendiri,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. ‘Wanitaindonesia.co.id’
. 
Selamat menyaksikan pertujukan tidak ada kata yang pas untuk menggambarkannya. Fashion show ‘Wedari’ memberikan satu pelajaran penting bagi saya. Bahwa fashion akan terlihat semakin menarik jika kita menggabungkannya bukan hanya dari segi kesenian tapi juga budaya. Batik
.
Banyak model dan motif batik yang dimiliki Indonesia dan fashion show malam itu yang dipersembahkan Denny Wirawan dan Bakti Budaya Djarum Faoundation lekat dengan tradisional kudus, Jawa Tengah. Bukan hanya para model yang berjalan di atas catwalk tapi juga elemen-elemen seni lainnya yang ikut mendukung, tarian, tata panggung, video mapping sampai musik yang diciptakan Yovie Widianto kental dengan nuasa tradiosional.










Saya menikmatinya, sungguh ada beberapa baju yang saya inginkan. Terutama yang memiliki warna-warna cerah yang fun. Batik terlihat jauh dari kata membosankan dan warna coklat yang biasa, karena saya melihat beberapa warna fav seperti hijau pekat yang cerah *jangan tanya nama warnanya, karena aku sudah lupa dengan siklus warna*. Bahkan gaun putih yang di pakai Andien saat bernyayi cukup menarik mata saya karena corak manis di bagian bawah.
Oh ya,,


Lebel balijava untuk kolesi batik Denny Wirawan di pergelaran busana malam itu bukan hanya menyuguhkan pakaian dengan warna-warna terang saja, karena warna-warna hitam nan elegant juga hadir mewarnai. Motif dan coraknya bukan hanya buang-buang tapi juga ada beberapa gambar burung 





Selasa, 12 September 2017

Liburan Dadakan Hasil Memuaskan


Ada yang pernah merasakan liburan dadakan?



Saya merasakannya waktu lebaran tahun ini. Benar-benar dadakan, jangan ditanya bagaimana bisa dadakan. Karena kami perginya naik mobil pribadi, alhasil kalau masih ada lahan yang kosong ya diisi aja. Selagi masih bisa tidur selama perjalanan, kenapa tidak?

Dan benaran donk, saya ikut pulang kampung walaupun intinya sih liburan. Karena di sana yang saya lakukan di rumah hanya untuk tidur dan acara keluarga saja. Sisanya benar-benar saya luangkan untuk ke berbagai tempat wisata. Mulai dari naik gunung turun gunung, mandi di air terjun sampai snorkeling tanpa alat bantu.

Selama berlibur saya bisa belajar banyak hal dan melihat banyak acara yang diadakan oleh adat setempat. Beberapa kegiatan ada yang tidak saya ketahui dan berhubung saya ke sananya pas acara besar, sudah pasti sangat ramai.

Senin, 11 September 2017

Happy BridalShower



Kata orang, kalau kita berteman lebih dari tujuh atau sepuluh tahun akan ada chemistry yang berbeda.
Gue sih nggak tau itu benar atau nggak. 

Tapi kita sudah berteman sejak masih smp, dimana masa transisi dari anak-anak menuju remaja kita habiskan dengan berbagai kegiatan yang nggak akan dilupakan dengan mudah.

Bahkan tanpa sengaja melihat foto-foto dulu akan ada tawa bahagia, malu, dan lucu menjadi satu. Nggak percaya masa-masa yang kita habiskan 3 tahun bersama tergantikan dengan teman-teman dan kawan baru. 

Setidaknya, kita masih bisa meluangkan waktu untuk sekedar bercerita dan berbincang-bincang bersama. 

Rabu, 06 September 2017

Ketidakadilan Pejuang Literasi, Haruskah Kami Berhenti Berkarya

By Google






























Aku rasa ingin menangis melihat postingan yang tulis ‘Tere Liye’ tadi malam.
Melihat buku Agenda yang ada disebelah kananku dengan berkaca. Menatap tulisan ‘Salam Literasi’ yang selalu aku selipkan di halaman pertama. Mengubur rasa sakit, kecewa dan marah terhadap seluruh institusi yang bertanggung jawab.

Aku tahu, percuma memang berteriak dimana-mana bahwa kami butuh keadilan. Karena keadilan bisa dibeli dengan mudah dengan uang. Seperti itulah kita, terlalu mendewakan uang. Benda mati yang dapat membeli segalanya termasuk nyawa seseorang. *jangan salah, jika kalian suka membaca atau menonton film action kalian tahu maksud diriku*

Aku tahu percuma memang menulis ini di blog pribadi yang aku punya. Tapi tahu-kan kalian, aku salah satu orang yang teramat dengan sangat mencintai buku dari kecil. Mengagungkan ilmu setinggi yang aku bisa, lebih memilih membeli buku dari pada harus jajan di kantin sekolah dan aku tak akan pernah berhenti untuk membaca dan menulis sampai roh ini sudah tak ada lagi diraganya.

Selasa, 29 Agustus 2017

Pulau Setan, Pulau kecil nan Elok di Pesisir Selatan SumBar





Beberapa waktu lalu gue jalan-jalan ke pulau kecil yang terletak Kota Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Gue pergi bareng segerombolan anak-anak dari sepupu-sepupu gue. Padahal rencananya cuma mau nyulik ponakan laki-laki gue yang paling besar buat anterin gue jalan-jalan. Dan hasilnya malah ikut semua. So nikmatin aja deh...

Gue pergi ke pulau yang emang nggak begitu terdengar di telinga para wisatawan. Apalagi kata penduduk setempat, tempat yang mau gue datangin ini baru tenar sekarang-sekarang aja karena ada beberapa turis luar negeri yang sering posting di media sosial miliki mereka. Jadilah banyak media yang ikut-ikutan meliput.

Selasa, 22 Agustus 2017

Diantara Hitam, jadi pilihan pas di waktu singkat



Jadi ceritanya gue habis dari pesta pernikahan yang tidak berniat gue datangi siang itu. Alasan klasik, gue nggak pernah suka keluar siang-siang, panas, bikin kulit gue kelihatan kaya B*** .. Jadi, kalau nggak penting, jangan berharap gue keluar siang-siang.  

Alhasil gue cuma pakai baju seadanya seakan mau jalan-jalan kaya biasa. 
Dan hasilnya lumayan juga buat foto apalagi lihat tembok abu-abu waktu jalan pulang. 
Gue berhenti dulu deh, minta tolong fotoin sama Fotografer dadakan yang selalu gue bawa kemana-mana kalau lagi jalan-jalan. My lovely sister. Si gendut yang banyak isinya. 

Setelah banyak gaya dan dia kesel karena siang-siang di seret keluar rumah, jadinya cuma ada tiga foto yang bagus buat di pajang. Lumayanlah dari pada nggak sama sekali. 

Satan gue kali ini, kalau lagi ga niat buat pergi kemana-mana cari tipe baju yang sesuai sama tempat tapi juga masih kelihatan simple dan jangan lupa pilih warna-warna netra biar nggak ribet dan nggak makan waktu banyak buat mix and match. Satu lagi, Jangan coba-coba jadikan warna hitam jadi aplikasi atasan. Tahukan Jakarta itu panasnya gimana? 
Jangan sampai bakteri dan bercampur sama keringat merusak hari kamu.

Intinya kamu bisa kombinasikan warna hitam di antara warna lain. Sehingga akan ada banyak warna yang bisa kamu pilih untuk atasannya. 😊






Hijab: RA (Restu Anggarini)
Outwear: et cetera
Blouse and Pant: silvia93
Heels:  Kickers

Kamis, 03 Agustus 2017

Unity in Diversity - Bazaar Art Jakarta


Belum ada waktu seminggu usai dari pergelaran seni, BAZAAR ART Jakarta di Grand Ballroom The-Ritz Carlton, Pacific Place tapi pembicaraan serta berbagai posting-an di media sosial masih terus berlanjut.

Pemeran seni yang berlangsung mulai dari tanggal 27 – 30 Juli ini mengusung tema “Unity in Diversity”. Tema yang dipilih sesuai dengan misi yang sedang dijalankan oleh DKI Jakarta dalam menjadikan kota Jakarta sebagai pusat pengembangan seni rupa.

Rabu, 26 Juli 2017

Belajar Memaafkan dari Anak Rantau Karya A.Fuadi


Hi,,,
Banyak hal yang ingin aku posting nih, mulai dari foto-foto hasil liburan kemarin sampai beragam cerita yang sudah aku siapkan untuk dijadikan tulisan.



Tapi ya begitu, malas menyerang, pekerjaan yang menumpuk sampai isi kepala yang nggak pernah sinkron sama apa yang dilakukan selalu jadi kendala. Memang ya, musuh terbesar manusia itu ya diri sendiri. Jadi, kalau memang niat mau berhasil yang harus dihadapi terlebih dahulu ya diri sendiri.


Rabu, 12 Juli 2017

Jangan Lupa Ucap 'Syukur'

Aku sedang berpikir.
Mengajukan setiap mimpi menjadi kenyataan dan membuat ide yang aku punya ke langkah selanjutnya.
Aku melangkah untuk berubah, bergerak untuk maju tak pantang mundur, mengubah segalanya.


Sabtu, 13 Mei 2017

Sandiwara = Hidup

Mereka bilang aku Kuat.
Mereka bilang aku Hebat.
Mereka bilang aku tak Punya Banyak Waktu.

Tapi apa mereka tahu?

Minggu, 16 April 2017

Film Kartini - Menjelaskan Sosok Tomboy nan Cerdas


Berbicara tentang Kartini, kita akan disuguhkan tentang sosok feminisme pada zaman penjajahan Belanda. Seorang putri bangsawan yang harus tunduk pada tata karma dan tradisi. Perempuan ningrat yang dituntun untuk menjadi Raden Ayu. Tapi, lebih dari itu semua – Kartini, pembela hak perempuan dan rakyat kecil untuk sama-sama mendapatkan pendidikan.
Sepanjang saya belajar tentang sejarah, yang saya tahu bahwa Kartini adalah salah satu pahlawan nasional yang berusaha mensejahterakan pendidikan bagi semua orang. Dan kadang kala saya berpikir, perjuangan Kartini sampai saat ini belum bisa kita rasakan. Seharusnya, jika dia – R.A Kartini saja sudah berpikir sebegitu maju-nya untuk mensejahterakan hak bagi sesama maka kita yang hidup di zaman Millennial harus lebih bisa berpikir kritis serta berjuang membela hak ini bukan!

Apa yang akan ada dipikiran kalian jika berbicara tentang film Kartini?

Banyak asumsi orang-orang dan saya sendiri juga menganggap jika Kartini dibawa ke dalam sebuah karya layar lebar pasti menjadi film yang susah untuk dimengerti. Menghadirkan banyak kerutan dan membuat kita berpikir keras untuk mengerti. Tapi sayangnya, saat saya menonton langsung Film karya Hanung Bramantyo tidak ada kerutan di dahi, tidak ada satu adegan pun yang akan membuat saya berpikir keras atau tidak mengerti tentang alur cerita yang dipersembahkan.
Melihat Kartini di film ini seperti melihat para perempuan saat ini yang memperjuangkan hak kesetaraan antar sesama. Bedanya, hanya terlihat pada setting-an zaman penjajahan Belanda dan masalah tradisi. Selain itu, kita juga diajarkan untuk menjadi pribadi yang gemar membaca, menggapai mimpi setinggi-tingginya tanpa takut apapun, serta berpikir bebas untuk membuka jendela dunia.

Kartini yang diperankan oleh - Dian Sastrowardoyo – bukanlah sosok perempuan Jawa yang anggun, kemayu dan malu-malu. Tapi aktris cantik nan berbakat ini menggambarkan Kartini yang tak pernah diduga sebelumnya. Perempuan dengan pikiran bebas yang tomboy, berani dan haus akan ilmu.
Kartini berpikiran merdeka tanpa batas walau dia sedang dalam masa pingit dimana hanya ada dinding kamar sebagai tempatnya untuk menimba ilmu. Imajinasinya yang tinggi menghantarkannya menjadi sosok perempuan yang pandai merangkai kata dalam aksara Belanda. Kebebasannya tidak hanya dinikmati oleh dirinya seorang, dia mengajak kedua adiknya Kardinah (Ayushita) dan Roekmini (Acha Septriasa) yang masuk dalam masa pingit untuk sama-sama menjadi Raden Ayu yang berbeda. Mereka tentu menjadi saudara yang sangat dekat dan kompak untuk melawan tradisi.

Film Kartini juga akan mengajak kita untuk tertawa, terharu atau pun kagum dengan kata-kata yang terucap. Bahkan ada satu adegan dimana Kartini bertanya pada Kyai sehabis pengajian keluarga “adakah ayat yang menjelaskan tentang ilmu” dan “apa di ayat itu dijelakan bahwa hanya laki-laki saja yang boleh menuntut ilmu”.

Buat saya ini cukup menggelitik, karena di Hanum Bramantyo dengan berani menjelaskan bahwa setiap orang diperbolehkan untuk menuntut ilmu dalam segi agam Islam. Dan tentu ini akan menjadi sedikit tamparan untuk siapapun bahwa kita semua diizinkan oleh Yang Maha Kuasa untuk menggapai ilmu. Menuntut ilmu bukanlah sesuatu yang harus dilarang, tidak ada yang  boleh menghalangi siapapun untuk belajar, semua orang punya hak yang setara, mau dia perempuan atau laki-laki, mau dia kaya atau miskin, mau dia orang barat atau timur semua sama-sama memiliki hak.

Dan yang paling saya suka adalah kata Yu Ngasirah, ibu Kartini (Christine Hakim) tentang perbedaan makna mempelajari aksara Jawa dan Belanda. Jika Aksara Belanda mengajarkan kita tentang kebebasan maka Aksara Jawa mengajarkan kita tentang Bakti. Dimana kita bukan hanya berpikir tentang diri sendiri tapi juga orang-orang yang ada di dekitar kita. Mengajarkan kita tentang rasa peduli dan cinta dan berbagi kepada sesama.

Semakin lama saya berkomentar tentang film ini, bisa-bisa saya akan menceritakan jalan ceritanya dari awal hingga akhir. Tidak ada rasa selain kekagumaan dalam film Kartini yang akan saya sampaikan. Film Kartini akan segera tayang di bioskop-bioskop tanah air pada tanggal 19 April. Dua hari sebelum kita merayakan hari Kartini. Jadi, siapakan waktu yang tepat untuk menikmatinya.
Btw, soundtrack film Kartini yang dinyayikan Melly Goeslow dam Gita Gutawa memiliki lirik dalam yang easy listening. Jadi, sekali-kali coba di dengarkan untuk menjadi semangat diri sendiri atau memperjuangkan mimpi.

Sutradara: Hanung Bramantyo
Produser: Robert Ronny
Penulis naskah: Bagus Bramanthi-Hanung Bramantyo
Pemain: Dian Sastrowardoyo, Ayushita Nugraha, Acha Septriasa, Christine Hakim, Deddy Sutomo, Reza Rahadian, Dwi Sasono, Djenar Maesa Ayu, Denny Sumarga
Produksi: Legacy Pictures-Screenplay Productions
Jadwal Tayang: 19 April 2017




Mimpi Kartini belum dapat direalisasikan dengan baik sampai sekarang


Totalitas





Gambaran seluruh keluarga Kartini di Film

Photo: Facebook  LegacyPicturesID