Kamis, 09 Maret 2017

Galih dan Ratna Milenial - Berasa Balik Jadi Anak SMA

Hi..

Kali ini gue mau bikin review soal film, dimulai dari film remaja berjudul Galih dan Ratna.
Yess gue berasa jadi anak SMA lagi pas nonton film ini. wkwkw 
so sebelum gue ngoceh ke sana ke mari. Baca sinopsisnya dulu. Sinopsisnya gue ambil dari Galih ok 

Sinopsis 

Cinta pertama. Atau cinta monyet. Atau apalah itu. Semua pasti pernah merasakannya, terutama di masa-masa remaja yang indah. Tetapi ini tidak pernah dirasakan oleh GALIH, seorang siswa SMA teladan tetapi introvert yang hidup dalam bayang-bayang almarhum ayahnya dan tuntutan ibunya yang harus struggle sebagai single-mother. 



RATNA, seorang siswi yang baru saja pindah ke SMA tempat Galih bersekolah. Pintar dan berbakat namun ia sendiri tidak tahu passion hidupnya apa. Ia hidup tanpa tujuan, selalu mengejar hal-hal yang sangat instan. Layaknya anak millenials saat ini. 



Inikah yang disebut dengan cinta pertama? Yang manis, menggebu-gebu, dan juga pahit? Yang berawal dari sebuah momen sederhana di lapangan belakang sekolah? Pada akhirnya, cinta pertama inilah yang membawa Galih dan Ratna ke tahap baru dalam kehidupan mereka. Sebuah tahap pendewasaan dimana tanggung-jawab, tuntutan, dan passion saling berperang dan akhirnya berdamai. Dan cinta pertama inilah yang akan selalu menjadi sebuah kenangan yang tidak akan mereka lupakan.


Durasi : 112 menit
Sutradara : Lucky Kuswandi
Penulis Naskah : Fathan Todjon, Lucky Kuswandi
Produser : Sendi Sugiharto, Ninin Musa
Produksi : 360 Synergy Production
Pemain : Refal Hady,  Sheryl Sheinafia, Joko Anwar, Marissa Anita, Ayu Dyah Pasha


Drama
Film Galih dan Ratna merupakan film dengan genre Drama yang cocok dinikmati sama anak remaja sekarang. Selain sama para remaja, para orang tua juga nggak mau kalah nyempetin diri nonton film ini. Bahkan menurut gue, banyak dari para orang tua yang nonton film ini. Mungkin salah satu alasanya karena film ini membangkitkan kenangan mereka waktu muda. Waktu Galih dan Ratna jamannya Rano Karno (1979). 

Ceritanya Galih dan Ratna Milenial yang kita tonton saat ini merupakan metamorfosis atau perkembangan dari film Galih dan Ratna jaman dulu. Film yang baru akan atau sudah kalian tonton tahun ini sudah di daur ulang menjadi Galih dan Ratna Milenial 

Galih dan Ratna Milenial ini menceritakan anak SMA sekarang banget. Penuh dengan hal-hal berbau media sosial dan berjalan tanpa tujuan. Dimana dari meraka suka banget lihat Instagram, dengerin musik dari smarphone  sampai nyuruh satu sekolah cuma buat follow akun mereka. 

Buat gue film ini drama banget, ringan dan cocok di nikmati di waktu-waktu senggang yang nggak mengharuskan kita untuk mikir bayak. Selain itu, kisahnya juga tentang anak-anak SMA yang baru Jatuh Cinta dan berusaha untuk menyatakannya. Gue paling suka bagian dimana 'rasa malu pada saat mereka menyatakan dan menunjukan rasa suka ke pasangan'. 

Dan serunya, cara nembaknya Galih ke Ratna itu loh, pakai Mixtape. 
PAKAI MIXTAPE GUYS. 
Yailah,,, gue aja nggak pernah ngerasai ditembak pakai mixtape, woy.  

Sosok Baru 



Sosok pemeran Galih cukup menarik perhatian gue. Ganteng, brewokan, dan pastinya bikin penasaran "siapa nih orang?"  
Namanya adalah Refal Hady. 
Kalau kalian penasaran siapa dan mau kepoin sosmednya, langsung cek aja di sosmed gue. Udah gue follow kok orangnya. hehehe
Back to focus,

Refal Hady masih anak baru di dunia perfilman dan sekilas info aja, Galih dan Ratna adalah film Layar Lebar Pertamanya. Kerennya lagi, dia langsung dapat peran utama.  Dan gue rasa dia berhasil meranin sosok Galih di film ini, dapet aura dan perannya. Bisa meranin Galih yang kutu buku, cool, pendiam dan misterius. Kaya dia asli. Ya.. Walau gue ga tahu juga sih, dia aslinya kaya gimana. Tapi tetap aja gue akan muji dia. Jarang-jarang loh ini! 



Selain Refal hady, ada juga nama Sheryl Sheinafia. Orang-orang udah cukup kenal dia kok. Jadi gue rasa gue nggak perlu jelasin siapa dia. Tapi buat gue, dia masuk dalam kategori yang lumayan buat akting, kalau soal suara. Suara dia memang udah terbukti bagus kok...

Yang cukup bikin gue syok, di sini ada Joko Anwar. wow.. dia ikutan main. Perannya bikin gue mau ketawa-ketiwi, mulai dari penampilan sampai cara ngomong. haha Pas banget emang cari gurunya.
Menurut gue, film ini layang di tonton. Apalagi ini film Indonesia.
Selain kasih hiburan yang pasti di film ini tetap kasih makna positif ke para penontonya.
Dan gue jadi mau anak SMA lagi 😉😉😉😉😉


Foto: Google dan twitter Joko Anwar 

Rabu, 08 Maret 2017

I AM @ NGOPI DOELOE


Seperti judulnya, gue lagi ada di Ngopi Doeloe.
Sayangnya gue ke sana ga ngopi. Jadi ga bisa nyobain rasa kopinya.
Padahal gue penasaran sama kopinya, tapi mau gimana lagi. Lambung gue lagi kambuh.
Jadi gue cuma bisa nikmatin yang lain.
Mulai dari makanan ringan sampai makan yang bikin kenyang, mulai dari yang harganya cuma 20 ribu sampai yang harganya ga lebih dari 45 ribu. 

Yap...

Di sini lu bisa makan kenyang tanpa bayar mahal. Dan rasanya nggak kalah sama yang lain. 
Pilihan makanannya juga banyak, mulai dari tradisional sampai western. Cemal-cemil cantik, juice, dan pastinya kopi. Lu juga nggak perlu bawa uang banyak, satu orang cukup habisin sekitar 100 ribu rupiah dan lu bisa dapat mulai dari makanan pembuka, menu utama sampai makan penutup.

Gue kasih bocorannya aja, harga kopi di sini paling murah 12 ribu dan paling mahal 25 ribu. Gila 12 ribu loh! lu udah bisa rasain kopi hitamnya. Padahal kalau di kafe-kafe lain harga segelas kopi hitam sekitar 20-25 ribu. Tapi di sini lu bisa hemat-sehematnya dan nikmati jenis makanan dan minuman lain.

Bay the way, ngopi doeloe bukan cuma ada di Bandung, tapi udah ada di Bogor dan Jakarta. Jadi ga usah jauh-jauh cuma buat nongkrong di sini. Gue juga berkunjung ke ngopi doeloe yang ada di Bogor bukan Bandung. Agak jauh ya kalau sampai ke Bandung.
 *Tapi serius ini tempatnya asik. Bener-bener asik. Mau nongkrong sendiri atau rame-rame. Bikin pesta kecil-kecilan sampai cuma numpang buat foto prewed juga keren.*
Dan untungnya gue ke sini juga bareng temen-temen. Tujuannya juga buat nongkrong sama foto-foto.
Awalnya, gue tahu tempat ini nyediain tempat buat nongkrong plus harganya yang emang ga mahal. Untungnya, lokasinya Ngopi Doeloe ada di sebelah hotel tempat kami menginap. Bener-bener pas...

Yuks lihat tempatnya !