Selasa, 12 September 2017

Liburan Dadakan Hasil Memuaskan


Ada yang pernah merasakan liburan dadakan?



Saya merasakannya waktu lebaran tahun ini. Benar-benar dadakan, jangan ditanya bagaimana bisa dadakan. Karena kami perginya naik mobil pribadi, alhasil kalau masih ada lahan yang kosong ya diisi aja. Selagi masih bisa tidur selama perjalanan, kenapa tidak?

Dan benaran donk, saya ikut pulang kampung walaupun intinya sih liburan. Karena di sana yang saya lakukan di rumah hanya untuk tidur dan acara keluarga saja. Sisanya benar-benar saya luangkan untuk ke berbagai tempat wisata. Mulai dari naik gunung turun gunung, mandi di air terjun sampai snorkeling tanpa alat bantu.

Selama berlibur saya bisa belajar banyak hal dan melihat banyak acara yang diadakan oleh adat setempat. Beberapa kegiatan ada yang tidak saya ketahui dan berhubung saya ke sananya pas acara besar, sudah pasti sangat ramai.

Senin, 11 September 2017

Happy BridalShower



Kata orang, kalau kita berteman lebih dari tujuh atau sepuluh tahun akan ada chemistry yang berbeda.
Gue sih nggak tau itu benar atau nggak. 

Tapi kita sudah berteman sejak masih smp, dimana masa transisi dari anak-anak menuju remaja kita habiskan dengan berbagai kegiatan yang nggak akan dilupakan dengan mudah.

Bahkan tanpa sengaja melihat foto-foto dulu akan ada tawa bahagia, malu, dan lucu menjadi satu. Nggak percaya masa-masa yang kita habiskan 3 tahun bersama tergantikan dengan teman-teman dan kawan baru. 

Setidaknya, kita masih bisa meluangkan waktu untuk sekedar bercerita dan berbincang-bincang bersama. 

Rabu, 06 September 2017

Ketidakadilan Pejuang Literasi, Haruskah Kami Berhenti Berkarya

By Google






























Aku rasa ingin menangis melihat postingan yang tulis ‘Tere Liye’ tadi malam.
Melihat buku Agenda yang ada disebelah kananku dengan berkaca. Menatap tulisan ‘Salam Literasi’ yang selalu aku selipkan di halaman pertama. Mengubur rasa sakit, kecewa dan marah terhadap seluruh institusi yang bertanggung jawab.

Aku tahu, percuma memang berteriak dimana-mana bahwa kami butuh keadilan. Karena keadilan bisa dibeli dengan mudah dengan uang. Seperti itulah kita, terlalu mendewakan uang. Benda mati yang dapat membeli segalanya termasuk nyawa seseorang. *jangan salah, jika kalian suka membaca atau menonton film action kalian tahu maksud diriku*

Aku tahu percuma memang menulis ini di blog pribadi yang aku punya. Tapi tahu-kan kalian, aku salah satu orang yang teramat dengan sangat mencintai buku dari kecil. Mengagungkan ilmu setinggi yang aku bisa, lebih memilih membeli buku dari pada harus jajan di kantin sekolah dan aku tak akan pernah berhenti untuk membaca dan menulis sampai roh ini sudah tak ada lagi diraganya.