Kamis, 09 November 2017

Kembali ke Masa yang Penuh Imajinasi, Festival Dongeng Internasional Indonesia


Hi...
Sabtu minggu kemarin, gue dapat kesempatan untuk hadir di Festival Dongeng International Indonesia (#FDII2017) yang disuguhkan oleh komunitas Ayo Dongeng Indonesia AyoDIdi gedung baru Perpustakaan Nasional di Jalan Merdeka Selatan.

Buat Remaja akhir yang sedang menuju pendewasaan diri plus wanita karir yang belum berencana punya anak, *nikah aja belum ihsss* hahaha

Gue merasa kembali jadi bagian dari dunia anak yang penuh imajinasi dan kreatifitas tanpa batas. Buat gue pribadi, dongeng bukan hanya sekedar bercerita, bukan akan sekedar membagi ilmu atau pengetahuan dengan cara yang luar biasa ajaib, tapi buat gue dongeng itu sumber inspirasi.

Kenapa?


Karena gue hidup di jaman dimana dongeng adalah aktivitas sehari-hari. Bahkan buat gue kegiatan ini tetap jadi paling asik buat dilakukan. Bedanya kalau dulu gue yang didongengin sekarang gue belajar untuk menyampaikan dongeng buat dua cucu mama yang paling manis, pintar, imajinatif dan super ekspresi, anaknya si abang dan kakak cewe gue.



Kalau dulu gue berpikir dongeng hanya sebuah penyampaian cerita yang sering kali tidak masuk di akal gue. Akan tapi sekarang dongeng itu jadi salah satu alternatif yang bisa dipakai untuk membantu mencerdaskan anak-anak termasuk kita yang menjadi pendongeng.

Bagi sang anak, mendengarkan dongeng berarti mereka mendapat pelajaran baru, cerita baru, imajinasi mereka berkembang dengan pesat dan cara berpikir yang tidak akan pernah bisa kita bayangkan akhirnya seperti apa. Fantastic.

Sedangkan bagi pendongeng, kita dituntun untuk selalu kreatif dalam menyampaikan cerita dengan berbagai ekspresi, mencari inspirasi untuk membuat cerita baru agar sang anak tak cepat bosan serta membuat kita bersabar untuk selalu konsisten dalam menyampaikan cerita-cerita penuh makna yang bisa memberikan pelajaran hidup yang tidak mereka dapatkan di Pendidikan akademis.

Dan Festival Dongeng Internasional Indonesia yang sudah berlangsung di tahun ke 5 ini menjadi salah satu alternatif terbaik untuk mengajak anak-anak mengenal dunia dongeng dari berbagai sudut. Jika biasanya hanya orang tua di rumah atau seperti aku aunty-nya dan guru-guru mereka di sekolah, disini mereka dapat mendengarkan dongeng dari berbagai sumber inspirasi lainnya.



#FDII2017 menyediakan ruang dongeng umum di lobby utama serta dongeng-dongeng pilihan di ruang-ruang tertentu. Selain itu, orang tua juga bisa mengikuti kelas dongeng yang bertujuan untuk dapat menyampaikan dongeng dengan berbagai cara kepada anak agar sang anak selalu ingin dan terus menerus mau mendengarkan dongeng-dongeng yang disampaikan.

Festival yang diselenggarakan AyoDI Ayo Dongeng Indonesia bertujuan agar Dongeng bisa ‘membawa’ anak kemana saja. Karena itulah AyoDI konsisten mengampanyekan kegiatan mendongeng ke berbagai penjuru dunia. Dan kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini mengundang kurang lebih sekitar 50 pendongeng di seluruh dunia dan sekitar 150 relawan untuk mempersembahkan kemeriahan dalam cerita-cerita ajaib kepada anak-anak Indonesia.

Menurut kak Ariyo Zidni, salah satu pendiri Ayo Dongeng Indonesia sekaligus Direktur Festival Dongeng Internasional Indonesia yang tahun ini mengangkat tema #ceritaAjaib “Dari cerita-cerita ajaib, kami berharap anak-anak Indonesia akan mampu berimajinasi seluas-luasnya dan mengembangkan kreativitasnya. Dan disinilah peran orangtua dan guru untuk menunjukan keajaiban sebuah cerita kepada anak-anaknya.”

Selain itu, tema #CeritaAjaib juga menjadi buku dongeng baru yang diterbitkan oleh Penerbit Noura. Buku tersebut baru saja diluncurkan di hari pertama di #FDII2017 dan bagi yang ingin memilikinya harus senang dengan sistem PO yang dianjurkan oleh Peneribut Noura.



Oh ya..
Buku ini merupakan karya-karya dari Ayo Dongeng Indonesia yang dijadikan satu dan pengerjaan hanya memakan waktu sekitar 2 bulan saja. Wow…

And Sorry nih,, gue belum bisa review bukunya, belum ada di tangan. Hehehe…
Next gue cerita isi bukunya ya, lumayan buat kumpulan buku-buku Zalva dan Al.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar