Rabu, 22 November 2017

Remain Myself

Awalnya gue nggak tahu mau nulis apa dengan judul ini. Kepikiran buat sesuatu yang akan menjelaskan kalau mulai saat ini, gue akan merubah beberapa hal dalam hidup agar semuanya lebih… apa ya namanya? terstruktur, terarah, sesuai timeline atau apalah yang bisa menjelaskan semua itu.

Karena pas gue lihat-lihat isi folder di Laptop dan Smartphone kok banyak banget ya foto yang gue ambil tapi nggak di publish. Padahal gue ambilnya juga harus perlu berkorban dalam segi waktu, kegiatan apalagi pikiran dan ujung-ujungnya cuma jadi koleksi pribadi yang jarang banget di upload.


Salain itu, kayanya nggak enak juga nulis pakai kata gue di blog, ya kalau di media sosial gue mungkin nggak masalah kali ya. Karena penghuninya memang rata-rata temen sendiri. Tapi kan kalau di sini yang baca banyak. Lebih ke orang-orang yang gue tua-kan hehehe 😀 dan juga bisa jadi pembelajaran menulis sesuai dengan tata Bahasa Indonesia. Nggak kaku kaya karya ilmiah juga sih, tapi nggak nyeleneh kaya biasanya.

Untuk Remain myself. Saya… (okay mulai sekarang pakai kata saya untuk menggantikan kata gue – bye bye kata ‘Gue’)

Saya rasa udah saatnya untuk membuat list apa saja yang akan menjadi misi di tahun 2018. Okay, mungkin terlalu cepat tapi nggak ada yang lebih baik dari memulai sesuatu yang baik dengan niat baik lebih cepat. *nggak bingungkan sama bahasa yang saya gunakan* 

Kenapa harus Remain Myself?

Menurut saya, lebih kepada mengingatkan diri kita terhadap apa yang menjadi visi, tujuan utama yang sudah ada atau sedang dijalankan saat ini. Tujuan tentu akan mempermudah kita untuk membuat misi, langkah satu persatu agar hasil yang  diinginkan dapat terwujud.

Lain dari pada itu, saya juga mulai merasa ada yang saya lupakan dengan rutinitas saat ini, anggaplah saya keasikan bekerja, saking ruwetnya pekerjaan, waktu yang tidak teratur, kadangkala saya malah lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati apa yang kita suka seperti hobi.

Selama ini, waktu yang saya habiskan lebih kepada berpikir, padahal dengan berpikir saja tanpa bertindak hanya seperti harapan atau mimpi yang ingin menjadi kenyataan tapi tidak melakukan apapun. Dan sekarang saya paham, saya sedang melakukan hal yang sangat salah, fatal dan harusnya bisa segera saya perbaiki.

Bagaimana cara?

For the first, mari kita mulai dengan mengingat apa yang menjadi tujuan utama, visi dengan begitu akan mempermudah segalanya untuk menentukan langkah berikutnya. Please pakai banget, buat yang lagi mikir visinya apa, tolong pilih satu yang akan menjadi pilar. Dengan begitu akan mempermudah kita agar tidak bingung menentukan langkah.

And the second is walking.
Why?

Yap… saya sudah mulai menulis resolusi tahun 2018. Really sorry guys, I can’t talk to you.  Yang pasti sudah saya pikirkan dan saya juga mulai menyusun langkahnya satu persatu sehingga saya dapat mulai berjalan dan menerapkan langkah yang sudah dibuat. Berjalanlah kalau perlu berlari tapi jangan lupa untuk selalu membawa doa disetiap langkah agar Tuhan memberikan restunya dan kita akan mencapai tujuan dengan hati lapang.

So, the last is plan B
Yang paling sering dilupakan adalah rencana B. Satu hal yang harus diingat, rencana A yang kita buat belum tentu akan berhasil karena itu ada baiknya buat rencana B. Kalau rencana B belum berhasil harus mau bangkit lagi, buat lagi rencana C dan selanjutnya. Jangan jadi orang mudah putus asa. “lagi ngobrol sama diri sendiri ini sih!”

“Jadilah Angka yang tidak akan ada akhirnya, jangan jadi huruf yang terbatas sampai Z. Karena saat kamu baru jatuh sekali tandanya kamu masih belum memiliki usaha yang lebih”
Dan selesai sampai disini. Hore...

Akhirnya…

Nulis buat diri sendiri juga. Hehehehe

Terimakasih semuanya. Luvyupul 😍😘

Narsis dikit
Dikit aja kok, nggak banyak




Tidak ada komentar:

Posting Komentar