Rabu, 06 Maret 2019

Jakarta dan Tsunami – Akankah terjadi?




Saya tinggal dipinggiran kota Jakarta dan pasti saya akan selalu mencari informasi tentang Jakarta. Bisa berupa Politik, kegiatan sosial, acara tahunan, cuaca bahkan bencana. Mungkin bencana yang paling sering menimpa Jakarta adalah Banjir. Rawan sekali. Tapi, Jakarta juga berpotensi terkena bencana yang lain walau tidak terletak di lempeng yang ringki seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia. Tsunami.

I tell you the Story



Seminggu yang lalu, saya menghadiri acara Diskusi @Tempo dengan tema #Ecotalk Amankah Jakarta dari Tsunami? Acara yang digelar di Candi Bentar, Puri Duyung Ancol ini dihadiri oleh banyak pihak yang patut memberikan informasi sebanyak-banyaknya terhadap media dan edukasi terhadap warga. Kepala Subdit Pencegahan Bencana BNPB Berton Panjaitan, Kepaa Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, Perencana Ahli Utama Kedeputian Pengembangan Regional BAPENAS Suprayoga Hadi kepala Geoteknologi LIPI Eko Yulianto. Diskusi ini dimoderatori oleh Direktur PT Info Media Digital (tempo.co) Tomi Aryanto.

Mungkin sebelum membahasa Jakarta, ada baiknya saya perjelas terlebih dahulu tentang negeri ini, Indonesia dan bencana. Indonesia memang rawan terjadi berbagai macam gempa, mulai dari longsor, letusan gunung berapi, hujan es sampai tsunami. Letak Indonesia yang berada di antara dua Benua dan Samudra serta lempeng-lempeng tektonik yang ada di sekitaran garis laut Indonesia membuat negeri ini berpotensi terjadinya gempa.

Tapi hal itu sepadan dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Ikan-ikan langka nan cantik, pegunungan dan bukit-bukit Indah sampai dengan panorama lainnya seperti keindahaan bawah laut yang diakui seluruh dunia. Mungkin inilah harga yang harus dibayar. Saya tinggal di Bumi Pertiwi yang Indah yang rawan terjadinya bencana. Tapi bencana bukanlah hal yang harus ditakuti apalagi dihindari. Yang harus dilakukan adalah menghadapinya dan menanggulanginya.
Dua hal itulah yang saya tanggap saat mengikuti diskusi pada akhir Februari lalu.

Menurut Direktur PT Tempo Inti Media Tbk bapak Meiky Sofyansah “ Isu tentang bencana seringkali hanya muncul ketika bencana itu terjadi. Karena itu, sesi pertama Ecotalk yang kami gelar membahas bencana dan bagaimana meminimalisir bencana tersebut.”

Yapp, sering kali kita mendengar tentang bencana saat bencana itu terjadi. Tapi sangat jarang mendengar hal-hal tentang bencana dan cara menanggulanginya saat bencana itu tidak terjadi. Padahal potensi terjadi bencana cukup besar di Indonesia, seharusnya ada banyak forum yang membahas ini agar semua orang dapat meminimalisr dampak yang akan terjadi.

Bahkan bapak Berton Panjaitan berpendapat bahwa masyaakat Indonesia seperti lupa akan rasa Traumatik yang pernah melanda mereka atau kalau kata saya tidak belajar dari kesalahan masa lalu. “Pengalama kita di Aceh, warga tetap kembali ke pantai, padahal tsunami bisa sewaktu-waktu terjadi lagi di sana.”

Perkara-perkara kecil seperti ini yang kurang terealisasi terhadap warga, belum lagi edukasi sebelum da sesudah terjadinya bencana. Seharusnya masyarakat kita sudah dapat belajar dari pengalaman dan pemerintah juga memfasilitasi untuk sering-sering mengedukasi warga tentang penanggulangan bencana dan menghadapi bencana itu sendiri.  

Jakarta mungkin tidak memiliki potensi yang cukup besar terhadap tsunami, tapi jika gempa kembali mengguncang selat sunda maka sepatutnya sebagi warga Jakarta kita harus waspada. Jarak Jakarta dan selat sunda tidak begitu jauh jika hal ini sedang membahas tentang bencana. Penting sekali untuk terus membahasnya agar kita tidak lupa cara melindungi diri sendiri dan orang lain.

Menurut saya, seharusnya sebagai warga ibu kota kita tetap harus paham bagaimana caranya menanggulangi bencana. Contohnya adalah penataan garis pantai, pembangunan di pinggir pantai yang seharusnya tidak terlalu dekat dengan bibir pantai. Walaupun saya rasa ini agak sulit karena jika kita lihat ke utara Jakarta seperti Pluit, maka Anda akan melihat ada beberapa hunia bahkan apartement yang sangat dekat dengan laut. Mungkin penataan kota yang seperti ini yang seharusnya di tetapkan oleh pemerintah. Penataan kota harus jauh lebih tegas untuk hal-hal seperti.

Tapi ya, pemerintah tetaplah pemerintah. Banyak hal yang mereka pikirkan tapi saya tak tahu apakah mereka benar-benar memikirkan kesejahterahan rakyat atau kemakmuran kantong pribadi. Jika membahas bencana maka yang dibahas bukan lagi tentang infrastruktur atau tatanan kota yang harus diperbaiki tapi ini tentang nyawa seseorang, penyelamatan diri dan meminimalisir kekacauan setelahnya.


Terima kasih sudah mengundang saya
Terima kasih untuk yang sudah membaca,
See in the other story.

XoXo

Silvia
Instagram : @silviaofstory


Twitter : @SilviputriN
Facebook: silviputrin

18 komentar:

  1. Mudah-mudahan tidak terjadi ya Mba, tapi namanya bencana tidak ada yang tahu. Sebaiknya memang pemerintah kota Jakarta sudah memiliki antisipasi :)

    BalasHapus
  2. Wah bencana salah satu topik berat bagi saya. Semoga saja kita semua terhindar dari bencana. Saya sih maunya kita positif thinking aja. Selain memang harus tetap waspada ya

    BalasHapus
  3. Sebenarnya kalau masalah bencana alam itu merata ya seluruh Indonesia karena Indonesia sendiri terletak di lokasi yg rawan bencana.

    BalasHapus
  4. Setuju mbak, walau tsunami kecil kemungkinan terjadi di Jakarta, warga Jakarta harus mulai belajar menanggulangi bencana. Pembangunan didekat laut harus diperhatikan, kita gak pernah tahu kan bencana akan terjadi kapan. Namanya juga tinggal di ring of fire, bencana bisa terjadi kapanpun.

    BalasHapus
  5. Aku adalah penyintas gempa jogja yang korbannya sampai lebih dari 5.700 orang itu. Aku adalah orang yang ikut lari saat orang-orang teriak "tsunamin! tsunami!" apalagi saat itu aku lagi di rumah teman di jalan parangtritis yang memang tidak jauh dari pantai.

    Traumaku masih terbawa sampai sekarang karena aku menyaksikan sendiri bagaimana bangunan-bangunan besar itu roboh dan darah berceceran.

    BalasHapus
  6. kalau bisa sih jangan terjadi tsunami lagi ya, kita sebagai warga ibu kota harus paham bagaimana caranya menanggulangi bencana. seperti penataan garis pantai, pembangunan di pinggir pantai yang seharusnya tidak terlalu dekat dengan bibir pantai dan penataan kota harus jauh lebih tegas untuk hal-hal seperti. terima kasih infomasinya kakak

    BalasHapus
  7. Menurut saya complicated ini ya..Butuh keterlibatan semua pihak tentang risiko benacana di Jakarta. Baik warga maupun pemerintah mestinya saling bekerjasama. Karena kalau salah satu tergantung dengan yang lain ya enggak bakal selesai masalahnya

    BalasHapus
  8. Bener banget Mbak, ngomongin bencana tidak semata hanya membahas tentang infastruktur. Tapi dampak yg ditimbulkan, utamanya adalah nyawa. Jgn setelah bencana baru sadar ya, sekian yg terkena dampaknya. Bla bla bla.
    Semoga para pemangku kepentingan dan petinggi2 itu selalu sadar akan bencana yg bisa saja terjadi kapan saja.

    BalasHapus
  9. Indonesia yang merupakan negeri rawan bencana sudah harus diperkaya dengan kesadaran diri tanggap bencana, agar selalu siap dan nggak dilingkupi rasa panik

    BalasHapus
  10. Bener, Mba. Masyarakat kita kurang edukasi bagaimana jika bencana terjadi. Jadi kurang aware thdp bencana. Begitu bencana datang grasak grusuk.

    BalasHapus
  11. Perlunya penataan kota dengan aturan yang bijak ya mbak. dan sepakat buat mengedukasi masyarakat tentang pencegahan dan penanggulangan terhaap bencana khusunya tsunami.

    BalasHapus
  12. Iyaaa, setuju mbak, ttg perlu tegasnya pengaturan/ regulasi soal bangunan dekat pantai. Eh malah kapan hari di tipi katanya mau ada pembangunan apartemen dan tempat hiburan yang konsepnya mau dimirip2in Marina Bay gtu lho, entah bakalan jd apa gak, tapi saya liat di tipi.
    Kok saya malah ngeri ya liatnya, mefet lain gtu :(
    Moga saja pemerintah bener2 bikin aturan yg tepat soal pembangunan hunian, tetep kudu memperhatikan daerah kita yang kenyataannya emang rawan bencana ini :(

    BalasHapus
  13. Masalah infrastruktur memang rumit ya Mba, setuju banget perihal dalam membangun sesuatu sebaiknya dipertimbangkan masak-masak baik juga buruk kedepannya supaya tidak menimbulkan kerugian. Semoga Jakarta stabil selalu. Aamiin.

    BalasHapus
  14. Semoga Indonesia aman dari bencana tsunami,aamiin

    BalasHapus
  15. Sebagai warga jabodetabek pastinya, kudu tetap aware ya mba. Karena, ancaman itu tiap waktu pasti ada. Yg penting edukasi dan penanganan saat bencana harus tetap dipersiapkan agar minimal bisa lebih tenang, saat menghadapi bencana, cmiiw

    BalasHapus
  16. Semoga jajaran pemerintah kita diisi dengan orang - orang yang berkelas ya mba.. dalam artian amanah.. Amanah dalam mengemban tugas.. Memakmurkan rakyat.. Semoga negara kita jauh dari mara bahaya.. Aamiinn

    BalasHapus
  17. kayaknya sekarang daerah yang katanya aman dari gempa pun harua tetap waspada ya, mbak akan potensi gempa dan tsunami.

    BalasHapus
  18. yang penting masyarkat dan pengusaha sama-sama peduli ya mba soal isu ini, supaya tetap terjaga kelestarian alamnya.

    BalasHapus

Maaf, Bagi yang meninggalkan jejak dengan link akan saya hapus. Terima Kasih