Minggu, 07 April 2019

Benarkah, Memasang Wajah Anak Pada Media Promosi!



Miris rasanya melihat media sekarang, terutama media sosial. Pemberitaan buruk semakin banyak, hoaks berada di setiap cela, cacian bahkan kata-kata negative semakin hari semakin banyak dan berbagai hal lainnya yang mudah diakses. Tapi dari sekian banyak hal yang paling membuat saya merasa tidak baik adalah foto ataupun video anak-anak yang di ‘upload’ seenaknya oleh berbagai pihak termasuk orang tua mereka.

Google
Mungkin di negeri ini tidak ada aturan tetulis tentang ‘unggah-mengunggah’ tapi seharusnya sebagai seseorang yang menggunakan teknologi terkini menjadi cerdas sebelum mengungah adalah hal ‘mutlak’.

Contoh singkatnya seperti beragam kasus yang sering saya lihat di media sosial. Banyak akun miliki orang dewasa memajang foto anak kecil tanpa pendamping. Saya tidak bilang itu salah ataupun benar, karena sampai sekarang belum ada hukum yang menyatakan bahwa itu salah maupun benar. Tapi jika dilihat dari logikannya seperti ini ‘kadang kala jika kita berfoto dengan teman sendiri dan mengupload foto tersebut di media sosial lalu teman kita tidak suka maka jalurnya ada dua “menghapusnya” atau “membiarkannya” dengan resiko teman kita marah’.

Bagaimana dengan anak-anak?

Jika yang mengupload adalah orang tua mereka, sanak saudara mungkin masih bisa dihapus jika orang tuanya tidak suka anaknya di pajang di media sosial. Yang jadi masalah adalah jika dipajang oleh orang yang tidak dikenal dan disebar luaskan tanpa permisi. Tentu hal ini memicu beragam hal, mulai dari hal-hal positive ataupu negative.

Ada masalah yang lebih lucu menurut saya, awalnya saya berpikir hal ini wajar tapi setelah lambat laun saya berpikir. Hal ini bener-benar merugikan. Pernah kalian melihat suatu iklan berbentuk “CSR”! Bagaimana jika iklan tersebut mengambil wajah anak-anak tanpa izin terlebih dahulu? Apalagi jika brand tersebut adalah brand yang tidak ada hubungannya dengan dunia anak-anak? Mungkin akan banyak pendapat baik maupun buruk.

Saya tidak bilang ini baik atau buruk, tergantung sudut pandang yang bisa kita galih. Tapi yang jadi masalah adalah masyarakat Indonesia lebih banyak yang berpikir negative dari pada positive-nya menuru saya. (lihat saja tulisa-tulisan tidak betulang di IG)- Salah satu brand “Rokok memajang wajah anak-anak di video CSR mereka dan menurut info yang saya dapat waktu diskusi singkat dengan Yayasana Lentera Anak, di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, wajah-wajah anak iu diambil tanpa izin terlebih dahulu terhadap orang tua mereka. Saya tidak tahu hal ini benar atau salah tapi jika dilihat dar sudut pandang saya sebagai orang awam, seharusnya video dari brand rokok, sama sekali tidak boleh mengambil wajah anak-anak sebagai latar mereka, apapun alasanya.

Kenapa?
Karena pemikiran saya disetujui oleh Psikolog Lizi Marielly yang menyatakan bahwa memori manusia tidak pernah mati. Suatu saat ingatan itu dapat kembali dan menjadi pemicu yang baik ataupun buruk, tergantu apa yang mereka ingat. Maksudnya jika nama rokok itu tercantum jelas di sekitar anak-anak, akan mempermudah mereka untuk tahu bahwa zat berbahaya itu bisa dikonsumsi saat mereka dewasa dan yang mereka ingat adalah nama brand tersebut.  

11 komentar:

  1. Waduh Mba... aku jadi berhati-hati nih kalau mau memasang foto anak di media sosial, memang ya sebaiknya dilihat dulu, dipikir dulu apakah tepat memajang foto anak di media sosial, apalagi kalau berkaitan dengan brand tertentu, seperti rokok....

    Thanks for sharing mba...


    Memez

    BalasHapus
  2. Produk rokok, pintar sekali mengambil celah ptomosi. Orang jadi bias, dg nama merk rokok yg identik dg kegiatan baik olahraga atau event musik.
    Orangtua punya PR lebih, menyadari hal ini sedini mungkin.

    BalasHapus
  3. Aku sepakat soal brand rokok/minuman keras ga boleh pasang gambar anak.
    Ini self reminder juga buat orang tua. Biasanya aku selalu minta persetujuan sebelum posting foto anak.

    BalasHapus
  4. Untuk mengupload sesuatu ke sosial media terutama foto memang harus berhati-hati yah.

    BalasHapus
  5. Memang harus hati-hati kalau pasang foto anak. Bahkan foto anak sendiri aja ada aturan tak terulisnya. Apalagi anak orang lain.

    BalasHapus
  6. Agak dilema juga saat posting foto anak2 di sosmed ya. Mudah2an ada aturan yg jelas utk hal tsb

    BalasHapus
  7. aq setuju silvi kalau kita jangan terlalu banyak memasang wajah anak di media sosial, tapi kadang yah orang tua tuh tidak selalu berfikir panjang efek dari memasang wajah anak sendiri di media sosial yang kemungkinan juga bisa di salah gunakan oleh pihak lain.

    aq pun sampai saat ini masih sering memposting foto-foto anakku di ig tapi aq batasi frekuensinya dan hanya memposting fotonya dengan kondisi yang sopan, karena banyak orang tua yang dengan santai pasang foto anak perempuan pakai baju renang, atau yang bayi tidak berpakaian yang justru bisa di salah gunakan oleh orang lain.

    BalasHapus
  8. Waduh ngeri banget ya klo wajah anak-anak dijadikan materi iklan rokok
    Tapi memang, memajang wajah anak di medsos seperti pedang bermata dua sih
    Harus benar-benar berhati-hati kita ya. Semoga anak-anaka kita semua terlindungi

    BalasHapus
  9. Aku masih dalam tahap diskusi nih sama pak suami. Kalo punya anak nanti, bakal kami keep sendiri atau boleh masuk media sosial. Terutama pas dia masih bayi-balita gitu sih. Kalau udah remaja tentu udah bisa memilih sendiri ya...

    BalasHapus
  10. Masalah memajang poto anak sik emang dilakukan banyak media.. hukum yg mengatur soal pasang poto anak emang lemah sik.. temen ku di jepang pernah cerita kalo poto anak di post orang di internet maka yang nge post bisa kena hukuman.. setegas ituuu

    BalasHapus
  11. Kadang jadi dilema ya mbak kalau pasang foto anak di medsos. Ada positif dan negatifnya. Jadi kalau menurutku sih kudu bijak aja masang foto anak di medaos.

    BalasHapus

Maaf, Bagi yang meninggalkan jejak dengan link akan saya hapus. Terima Kasih