Minggu, 26 Mei 2019

Memperingati Hari Thalassemia

Google


Thalassamia …
Awalnya waktu diajak untuk merayakan atau memperingati hari Thalassemia, saya bingung. Penyakit apa itu? Siapa saja penderitanya, maksudnya kriteria seperti apa sehingga orang tersebut dibilang Thalassamia? Dan kenapa harus diperingati? Apa ini sangat berbahaya seperti Kanker-kah?

Begitu banyak pertanyaan sampai saya pun tahu, Ternyata banyak penyakit yang tidak diketahui orang awam seperti saya. Thalassamia salah satunya.



Pihak kementerian khususnya kementrian kesehatan, memperingati hari Thalassemia dengan mengadakan seminar singkat di gedung  .. dari jam 9 hingga menjelang waktu dzuhur. Pengenalan dari beberapa sumber dan penjelasan dokter memberikan sedikit pemahaman bahwa penyakit ini memang cukup berbahaya dan penyebabnya bukan karena gaya hidup tapi keturunan dari orang tua. Sedikit ringki, karena jika kamu sudah menderitanya, kamu tidak dapat mengobatinya secara tuntas.

Thalassemia adalah penyakit kelainan darah merah yang diturunkan oleh orang tua kepada anak. Dimana penyakit ini disebabkan oleh berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin sehingga sel darah merah yang seharusnya terlindungi menjadi mudah terpecah dan menyebabkan pasien menjadi mudah lelah, lemah dan pucat.

Yang saya tahu, penyakit ini tersebar di suluruh dunia akan tetapi ada Negara-negara khusus yang termasuk ke dalam Thalassemia Belt yaitu Asia Tenggara, Timu Tengah, Afrika sub-sahara dan Mediterania. Indonesia juga termasuk kedalamnya, yang jadi pertanyaan saya, apa memang Negara yang punya ciri khas suhu panas, kering dan lembab seperti yang saya sebutkan rentan dengan Thalassemia?. Tapi saya tidak tahu, mungkin lain kali saya bisa cari tahu, karena saya juga sedikit penasaran tentang ini, kenapa ada di negara-negara tersebut cenderung lebih banyak atau rentan adanya penyakit Thalassemia.

Btw saya tidak bisa kasih info banyak nih, karena masih banyak juga yang saya kurang tahu. Jadi kemungkinan saya hanya akan kasih info sedikit seperti jenisnya yang terbagi menjadi tiga yaitu:
a.      Thalassemia Mayor
Jenis ini bisa dikatakan yang paling menyakitkan karena penderita harus mendapatkan pasokan darah/ transfusi darah setiap beberapa waktu sekali. Mereka yang menderita penyakit ini sudah dapat dilihat dari lahir dengan ciri-ciri wajah tampak pucat, lesu, kuning dan gizi kurang. Ciri-ciri ini juga berubah sesuai dengan usia sang anak.
b.      Thalassemia Minor
Jenis ini bisa dikatakan hanya pembawa sifat umum. Tidak memiliki gejala dan dapat hidup layak seperti yang lainnya.
c.       Thalassemia Intermedia
Jenis yang ini cukup mirip dengan Thalassemia Mayor, tetapi tidak harus sesering Thalassemia Mayor untuk melakukan transfusi darah.

Nah..
Kalau udah bicara tentang suatu penyakit, harus tahu bagaimana cara mencegahnya donk, agar dapat dicegah dan tidak berkembang mejadi lebih banyak setiap tahunnya. Cara tebaik untuk mengetahuinnya adalah dengan melakukan Skrining Thalassemia. Dimana sebaiknya sebelum menikah melakukan tes terlebih dahulu untuk mengetahui apakah pasangan memiliki sifat pembawa atau tidak. Karena dengan begitu bisa mencegah anak menderita Thalassemia Mayor.

Sebenarnya sih, kalau kata saya. Cek kesehatan sebelum menikah bukan hanya untuk mengetahui pasangan menderita atau pembawa sifat Thalassemia tapi juga beragam penyakit lainnya. Karena kita akan hidup bersama dalam waktu yang tidak terbatas sampai salah satu dipanggil lebih dulu oleh Sang Kuasa. Dan mencegah serta menjaga kesehatan adalah salah satu cara untuk menikmati hidup dan ucapan syukur pada Tuhan Yang Maha Esa.

Selamat berpuasa semuanya J

See in the other story.
XoXo


Silvia
Instagram : @silviaofstory
Twitter : @SilviputriN
Facebook: silviputrin

18 komentar:

  1. Oh begituuu. Ternyata penyakit thalassemia ini banyak juga ya jenisnya mba.

    BalasHapus
  2. Banyak yang belum saya ketahui tentang thalasemia dan sekitarnya. Terima kasih dengan membaca artikel ini wawasan saya jadi bertambah. Memang kita harus peduli sejak dini terhadap penyakit ini ya. Jangan sampai setelah parah baru menyadarinya

    BalasHapus
  3. Aku pernah lihat anak penderita penyakit ini, harus sering lakujan trasfusi ya ternyata 😥

    BalasHapus
  4. Baru tau kalau talasemia diturunkan ortu ke anak. Jadi inget penulis Pipit senja yg menderita Thalassemia. Bgm kbar beliau y

    BalasHapus
  5. Penting banget cek n ricek kesehatan sebelum menikah, agar satu sama lain bisa tahu tentang kesehatan masing masing

    BalasHapus
  6. Thank you ya buat reminder-nya re Thalassemia, emang bener, kalo masih bisa dicegah kenapa gak dilakukan ya :)

    BalasHapus
  7. saya juga baru tahu thalassemia dari informasi mbak ini. Kini kita tahu banyak tentang penyakit, semoga diberi kesehatan selalu ya.

    Mutiara Fhatrina

    BalasHapus
  8. Bener sih, makanya memang sebelum nikah diminta buat tes kesehatan kan biar sama-sama tahu apakah sehat atau kurang sehat

    BalasHapus
  9. Terimskasih atas infonya mbak, jadi tahu tentang Thalassemia

    BalasHapus
  10. Hoh... Aku baru paham nih tentang Thalassemia, pernah denger tapi bingung ini sakit apa dan seperti apa sih gejalanya. Tercerahkan setelah baca ini sih.

    BalasHapus
  11. Memang benar Thalassemia ini faktor genetik yang jadi dominan. Thalassemia harus menerima transfusi karena sel eritrosit bentuknya seperti bulan sabit dan kurang bisa berfungsi dengan baik. Waktu kerja di laboratorium dulu saya sering ketemu pasien Thalassemia. Diantara mereka ada yang bercerita sejak kecil rutin transfusi. Umumnya mereka terbiasa dengan suntikan, infus, dan diambil darah untuk cek berbagai pemeriksaan lab.

    BalasHapus
  12. Ngomongin thalassemia emang ngeri menurutku krn Penyakit pinus bs memicu kematian setahuku. Gejala di awal mirip anemia, dulu anakku pernah hampir didiagnosa ini tp alhamdulillah Akhirnya ngga masuk diagnosa Secara mutlak.

    BalasHapus
  13. Lalu kalai misalnya saat cek sblm nikah ketahuan pasangannya adalah pembawa sifat apa yg harus dilakukan mom, kalau mau punya keturunan? Kan gak mungkin diputusin kan hehe. Apa ada promil2 yg harus dilakukan gtu?

    BalasHapus
  14. untuk penyakit Thalasemia ini, aku punya teman yang adik lelakinya terkena Thalassemia Mayor dan memang jadi mudah lelah ya. Well noted, ketika pra menikah ak mau nya tes kesehatan secara over all, tapi karena ada sesuatu hal jadi ga d laksanakan dan bismillah aja semoga semuanya baik-baik saja.

    BalasHapus
  15. Keluarga suami punya adik yang meninggal karena Thalasemia ini.
    Dan baru tahunya ketika si anak berusia 5 tahun.
    Sedih sekali kehilangan anak perempuan satu-satunya.

    Semoga Thalasemia ada obatnya yaa..

    BalasHapus
  16. familiar dengan thalassemia itu waktu pelajaran biologi saat sekolah dulu mba jadi belajar tentang sifat mewarisi hehehe dan salah satu yang bisa diwarisi penyakit ini. semoga aku dan suami mewarisi ilmu dan harta buat anak2ku aamiin

    BalasHapus
  17. Senemakasih mbak informasinya, aku jadi tahu kalau Thallasemia ini ada banyak macamnya. Dulu pernah dengen penyakit ini dari adik. Ada screening Thalasemia gitu di kampusnya.

    BalasHapus

Maaf, Bagi yang meninggalkan jejak dengan link akan saya hapus. Terima Kasih