Minggu, 28 Juli 2019

Kampanyekan Tolak Sekali Pakai


Hai Dear,

Gimana keadaan kalian minggu ini?

Kali ini  #Itellyoustory - soal sesuatu yang berbau tentang lingkungan. Apa sebutannya, eco friendly, green living, loving living or something like that, hmmm?

Movie Review, A Dog Journey

Ya dear, kalian bisa sebut apa saja, yang terpenting adalah tujuannya satu, segala halnya harus ramah lingkungan, seimbang, bukan hanya menguntungan di satu sisi apalagi hanya di sisi manusia saja tapi juga menguntungan bagi lingkungan dan makhluk disekitar kita. Semua hal tersebut mengarah pada satu goals yaitu kehidupan yang lebih baik untuk masa depan bebas plastik, #TolakSekaliPakai.




Tolak Sekali Pakai

Minggu kemarin pas dengan satu tahun komunitas Pandu Laut resmi berkibar, seluruh komunitas lingkungan melakukan pawai dengan menggaungkan #TolakSekaliPakai. Dimana kegiatan ini dihadiri pula oleh ibu Susi Pudjiastuti selaku Menteri Kelautan dan Perikanan, kaka & Ridho Slank dan mereka-mereka yang sangat peduli terhadap linkungan. Dimulai dengan berjalan kaki dari Bundaran Hotel Indonesia sampai lapangan aspirasi Monas.

Kegiatan ini, diharapkan dapat sedikit saja menyadarkan masyarakat dilingkungan sekitar Jakarta bahkan diluar Jakarta, (saya lihat akan ada di beberapa kota lagi, dengan kegiatan serupa) untuk menyadari bahwa menggunakan pastik sangat berdampak buruk bagi lingkungan terutama laut kita. Karena faktanya, Indonesia merupakan negara penghasil sampah no 2 di dunia, dimana predikat tersebut sangatlah bertolak belakang dengan predikat Indonesia sebagai negara penghasil Ikan no 3 di dunia.

Tentu rasanya malu, miris dan sakit hati terhadap orang-orang yang tidak bertanggung jawab, membuang sampah terutama platik ke laut. Mereka-mereka itu adalah sebagian orang yang bukan hanya mengotori dan mencemari laut tapi juga negeri ini karena ulah yang tidak bertanggung jawab dan menyebabkan beberapa ekosistem laut mati.

Saya hanya bisa berpendapat bahwa seharusnya,  sebagai pengguna atau konsumen lebih bijak dalam mengkonsumsi plastik agar perusahan yang mengunakan plastik untuk produk mereka dapat memutar dan memikirkan kembali kemasan yang ramah lingkungan. Sedikit saja dari beberapa persen keuntungan perusahan dapat dipakai untuk produksi daur ulang kembali sampah plastik yang perusahan tersebut keluarkan guna mengurai pencamaran lingkungan.

Sekarang, atau masa depan dengan tumpukan sampah lebih banyak


Saya mungkin masih mengkonsumsi plastik, tapi sejak sadar bahwa plastik adalah salah satu bahan yang dapat merusak lingkungan. Saya selalu berusaha untuk menguranginya. Ada banyak cara, mulai dari membawa sendotan stainless, botal minum sendiri atau tempat makan kecil bahkan sumpit dan sendok, serta canvas bag yang kecil dan tidak berat yang bisa dibawa kemana-mana. Terlihatnya merepotkan, tapi jika saya tidak memulai dengan diri sendiri dan mencontohkannya kepada orang-orang terdekat, maka sampah itu akan semakin banyak.

Awalnya sungguh merepotkan, sangat jarang membawa tas kecil, kemana-mana bawa botol minum, memilih jenis jajanan yang tidak menggunakan plastik atau memilih barang dengan jenis plastik yang bisa saya kirim pengelolaan sampah untuk di daur ulang kembali. Mungkin langkah yang saya ambil tidaklah begitu besar tapi jika kalian, atau paling tidak orang-orang terdekat saya mulai menjalani hal kecil dengan membawa botol kemana-mana.

The other Story - My Wonderful Living

So, dear… tidak perlu menyinyir atau hanya peduli dengan hal-hal yang tidak kalian lihat langsung 
dan hanya komentar di media sosial. Tapi BUKTIKANlah bahwa kalian juga peduli dengan melakukan hal kecil untuk lingkungan. Saya mungkin seorang yang aktif di media sosail suka komentar dan nyinyir, tapi saya melakukannya seimbangan dengan kehidpan nyata. Dimana setiap kritikan atau nyinyiran yang saya bei aka nada saran dan bukti. Hal ini saya lakukan agar  melatih diri untuk berpikir postif, seimbang dan aktif di kehidupan nyata serta media sosial.

Tolak Sekali Pakai, mari kita cintai bumi dan berusahan untuk sadar terhadap lingkungan. Sekarang untuk masa depan.

Thank you for reading my story, 
See in the other story.

XoXo

Silvia
Instagram : @silviaofstory
Twitter : @SilviputriN
Facebook: silviputrin

9 komentar:

  1. Iya nih, untuk kantong plastik masih aja sering lupa bawa. Sementara sendok, sedotan, tas, sumpit sudah ada di tas. Tapi ndilalah kalau pas beli jajanan kok lupa di pakai

    BalasHapus
  2. Seneng, sekarang makin gencar yg menolak sampah plastik. Aku juga udah mulai membiasakan diri ke mana-mana selalu sedia kantong dari rumah, jadi misal harus mampir ke toko atau bahkan ke Mall, aku liat dulu kalo tokonya pake plastik ya mending pake tasku sendiri yg bisa dilipet-lipet kecil tapi volumenya besar itu. Kalo ke mall sih biasanya orang2 pada ngeliatin, apalagi kalo ada midnight sale, yang lain pada nenteng tas toko segambreng, aku cuma nenteng satu tas aja tapi besar. Kalo udah penuh, ya tinggal unload aja ke mobil.. kosong lagi deh, trus lanjut belanja.

    BalasHapus
  3. Emang butuh kemauan kuat banget buat menghentikan plastik ini di kehidupan sehari-hari kita. Semoga kampanye ini baik buat manusia di bumi

    BalasHapus
  4. Oh plastik maksudnya yg ditolak sekali pakai. Karena kalau traveling saya biasa beli clana dalam sekali pakai buang biar tas ga penuh sama CD hehehe

    BalasHapus
  5. Setuju. Memang sudah saatnya beraksi, gak sekadar teori. Bumi semakin sakit. Salah satu penyebab utamanya plastik. Memang di awal mungkin agak sedikit merepotkan bagi kita. Tetapi, gak apa-apa asalkan bisa bikin bumi sehat lagi.

    BalasHapus
  6. Sampah plastik emang lagi banyak banget dan salah satu penyebab pencemaran lingkungan.

    BalasHapus
  7. masih belum bisa tolak sekali pakai untuk kantong plastik kalau lagi belanja bulanan, tapi biasanya memang kantor plastik tsb dipakai kembali sih untuk menampung sampah, tapi sudah sejak tahun lalu berupaya mengurangi penggunaan alat makan plastik (sendok, garpu dan sedotan) dan juga botol minum plastik

    BalasHapus
  8. Memang butuh kesadaran dari diri sendiri ya untuk menolak pemakaian plastik sekali pakai, sedotan dan bahan lainnya. Makanya aku kalau kemana mana bawa sedotan dan tas plastik sendiri..

    BalasHapus
  9. Setuju banget, gunakan barang jangan sekali pakai. Ini utk menjaga kelestarian lingkungan

    BalasHapus

Maaf, Bagi yang meninggalkan jejak dengan link akan saya hapus. Terima Kasih