Sabtu, 09 Mei 2020

Hari-hari Karantina - Manfaat atau bencana dari COVID-19 Part 1


Bagaimana mensuarakannya?
Bagaimana saya dapat mengungkapkannya?
Saya bahkan bingung ingin menuangkan apa?
Apakah saya harus marah ataukah saya harus Bersyukur dengan keadaan ini?
Kapankah ini berakhir dan apakah ini benar-benar akan berakhir?


Terlalu banyak pertanyaan yang bahkan saya sendiri tidak bisa menjawabnya. Seakan-akan keadaan ini membunuh siapa saja yang tidak dapat bertahan. Kita, aku, Anda, dan kami diminta untuk memiliki kesabaran yang tidak ada batasnya. Diharuskan untuk memiliki kepintaran serta kebijaksanaan diwaktu yang bersamaan. Sedih diperbolehkan. Marah dipersilahkan. Akan tetapi, berhenti untuk berharap bisa lebih membunuh dari pada keadaan ini.

Saya tidak tahu bagaimana orang lain melihat keadaan seperti ini, siapa saja boleh memiliki rasa yang berbedakan! Yang saya tahu, saya sangatlah bingung. Jangan ditanya bingung kenapa atau apa yang dibingungkan, yang pasti saya bingung. Saking bingungnya saya bahkan tidak bisa mendeskripsikannya.

Awalnya saya merasa biasa saja, saat coronavirus datang saya masih bisa berpikir positif, me-list apa saja yang bisa saya lakukan. And I did it what was I listing. But ones again, it’s not for long term. Apa yang saya lakukan seperti yang banyak perempuan lainnya, yang terbiasa menghabiskan waktu diluar rumah. Membuat waktu berjalan cepat karena aktivitas kantor yang padat. Jamuan makan malam dengan oring-orang terdekat. Menghadiri berbagai acara di akhir pekan. Seakan-akan hilang ditelan waktu dan tertinggal hanya rindu.

Saya tidak pernah merasakan kerinduan yang mendalam tapi virus ini membuat saya merasakan kerinduan yang teramat sangat. Terhadap hal-hal yang saya lakukan sebelum bencana datang. Seperti kata Dilan “Rindu itu Berat” dan ya, sangat berat, makna yang tidak bisa kita petik jika belum benar-benar merasakannya. Aktivitas yang dilakukan selama work from home tidak semuanya berjalan baik. Saya mencoba membersihkan kamar pastinya, merapikan tumpukan buku dan memisahkannya, mana yang sudah selesai dibaca dan mana yang belum dibaca, bahkan menemukan banyak buku yang dibeli beberapa waktu lalu dan belum diapakan sejak dibeli. Huffff dari sini saya tahu, kalau kadang rencana yang saya buat tidak pernah bisa benar-benar terealisasikan dengan baik. And now I really thanks for my free time because I can read anymore.

Setelah membersihkan kamar, mengganti warna dinding, suasana serta letak selanjutnya adalah memasak. (Sorry no pictures my room because I think it’s my privacy) Mungkin, kalian berpikir bahwa saya hanya gadis pekerja yang tidak bisa memasak but hi.. I can do that ya… I am cooking much better - ya kalau kalian disandingkan dengan Chef Renata ‘aku mah ga ada apa-apanya sama dia’.

 Memasak disini dalam arti cemilan, seperti brownies, cheese cake or any-drink type likes smoothies. Karena saya suka cemilan jadi yang paling saya sering dibuat ya cemilan, rasanya mungkin tidak seenak toko kue yang biasa saya kunjungi tapi setidaknya semakin hari semakin baik jika dicoba. Kegiatan ini seperti membuat saya hidup ditengah-tengah kebosanan. Yang dituntut dari belajar memasak atau membuat kue bukan hanya skill tapi juga kreativitas, lapang dada pada saat orang lain mengkritik serta yang pasti mau untuk mencoba lagi dan lagi. Karena bagaimana-pun rasa terbaik tidak bisa didapat pada saat percobaan pertama.

Lalu, apakah saya mendapatkan manfaat selama masa karantina akibat coronavirus?
Bersyukur adalah hal pertama yang harus saya lakukan – bukan - kita maksudnya – untuk menerima apapun yang terjadi. Selanjutnya adalah bagaimana mencari cara agar rasa syukur ini menjadi pemicu untuk menemukan hal baik dikemudiaan hari. Dalam hal ini saya melihat bahwa pekerjaan paling sulit ada dua pertama sesuai dengan dialog series ‘the Crown’ yang diucapkan Queen Mary to the Queen Elizabeth II “To do nothing is the hardest job of all. And it will take every ounce of energy that you have.”  And the last is Grateful for all you have.
Thank you for read and see my next story
XOXO


Silvia      



Hari-hari KarantinaHari-hari Karantina



Instagram : @silviaofstory
Twitter : @SilviputriN
Facebook: silviputrin

20 komentar:

  1. Btw salah satu hikmah corona ini, jadi banyak yang bisa mengeksplore kemampuannya di rumah, salah satunya adalah masak.
    Hal yang mungkin jarang dilakukan sebelumnya.
    Kalau saya baca-baca kegiatan teman-teman lainnya selama di rumah aja juga jadi rajin masak, termasuk saya, meskipun saya ya tetep masak makanan biasanya hahaha

    BalasHapus
  2. balik lagi bagaimana kita menyikapi keadaan ya, mbak. mudah2an kita mendapat hikmah dan manfaat dari adanya covid-19 ini. kalau saya lumayan nih, mbak, bisa ikut beberapa kelas online yang menyenangkan:)

    BalasHapus
  3. Saya selalu senang mengatakan kalau kita udah kenal diri sendiri itu mudah melangkah jadi saat pandemi ini sabar adalah bagian dari mental, kalau ditanya sampai kapan ya nikmati aja dengan syukur karena nggak ada yang kebetulan ya mba. Dan Allah udah tetapkan. Lapang aja.

    BalasHapus
  4. Satu sisi, aku merasakan ada kehilangan yang mendalam dengan adanya wabah ini.Tapi memang kita harus berusaha kuat dan bisa mengatasi ini

    BalasHapus
  5. Selama karantina, aktivitasku juga jadi beraneka ragam. Dari yang cuma nonton drakor sampe ke belajar baking dan belajar masak resep-resep baru. Menyenangkan juga ternyata. Walopun gak bias dipungkiri, kepengen juga sesekali jalan-jalan ke luar rumah.

    BalasHapus
  6. yaaa hari-hari #dirumahaja gak selamanya menyebalkan juga sih, banyak hal yang berguna juga yang kita dapat dari ini, salah satunya ya bisa lebih dekat dengan keluarga dan bisa eksperimen lebih banyak lagi dalam hal masak memasak, hehehh.
    gak cuma itu aja sih, banyak hal positif kok yang bisa kita kerjakan yang mungkin dulunya sering keskip karena kesibukan, itu Mbak udah lakukan sendiri, mencat kamarnya kan :)

    BalasHapus
  7. Selama dirumah aja banyak aktivitas seru seperti mencoba resep baru, olah raga dan menemani si kecil dirumah. Semoga pandemi ini segera berakhor dan kkita semua selalu diberi kesehatan ya mbak.

    BalasHapus
  8. Kita musti pintar menyikapi kondisi saat ini ya kak. Smoga pandemi ini membuat kita semua makin mawas diri amin

    BalasHapus
  9. Kalau aku bilang sih selama dua bulan di rumah saja, banyak hal-hal yang bisa dilakukan. Bahkan ini jadi bondingnya keluarga juga sih dan bisa mengatur emosional yang paling penting. Entah kenapa kalau aku merasa happy aja selama #dirumahaja

    BalasHapus
  10. Waktu awal karantina memang rasanya berat ya kak. Kaya bingung sendiri mau ngapain karena kaget semua aktivitas berubah drastis. Tapi lambat laun ya mulai menerima dan beradaptasi dengan 'new normal'. Dan betul apa kata kak Silvia, harus bersyukur dengan banyak hal

    BalasHapus
  11. Memang bertahan sabar di masa pandemi ini perjuangan banget yaaa. Semoga kita dimampukan selalu.

    BalasHapus
  12. Masa masa new normal sepanjang pandemi ini memang nggak mudah, tapi bagaimana pun memang harus dihadapi dan dijalani. Semoga semangat selalu.

    BalasHapus
  13. Kita memang harus beradaptasi
    Jangan sampai terjebak pada kekesalan yang bikin terus mengeluh
    Selalu ada sisi positif dari setiap kejadian
    Mari fokus ke positifnya sehingga menjaga hati dan pikiran untuk tetap tenang menghadapi pandemu ini

    BalasHapus
  14. Masa-masa di rumah saja menang tidak mengenakkan. Tapi kita harus tetap bersyukur ya. Kalo lihat sisi positifnya, setidaknya kita jadi lebih dekat dan berinteraksi dengan keluarga tercinta

    BalasHapus
  15. Gak ada satupun yg bisa meramal pandemi ini kapan bisa berakhir. Dan positifnya memang semua org harus bisa belajar bersabar dan jadi produktif di rumah ya. ya masaklah, ya akupun jg jadi mendekor ulang kamarlah. Anything that makes us happy.
    Akupun juga merindukan keadaan bisa normal kembali.
    Semoga kehidupan kita bisa kembali semula ya.

    BalasHapus
  16. Aku kebetulan WFH tapi tetap cuma berani rumah ke kantor, kantor ke rumah aja. Nggak berani ngayap kecuali mau belanja kebutuhan pokok. Tapi hal positif selama ada pendemi ini jadi bisa menyelesaikan timbunan buku di rumah dan sesekali mencoba resep-resep yang ada di internet.

    BalasHapus
  17. Aku sendiri berfikir bahwa setiap masalah pasti ada hikmahnya. Meskipun enggak bisa kemana mana tapi saat kita dirumah aja ada banyak hal positif yang bisa dilakukan yg mungkin selama hidup normal malah enggak sempat dikerjakan

    BalasHapus
  18. I feel you Kak Silvia .Rindu pasti banget ada selama menjalani masa ini yah. Dan setuju banget soal bersyukur, membuat diir berpikir positif, ngefek ke kesehatan jiwa Raga juga

    BalasHapus
  19. Intinya sekarang kita harus tetap bersabar menghadapi pandemi ini karena ga ada yg tau kapan pandemi ini berakhir. Semoga cepat ditemukan vaksin nya juga, aamiin aq kalo keluar rumah ada keperluan mendadak

    BalasHapus

Maaf, Bagi yang meninggalkan jejak dengan link akan saya hapus. Terima Kasih